Mengapa Harus Bertauhid (bagian 1)
Berikut 13 alasan mengapa seorang muslim wajib dan perlu belajar ilmu tauhid menurut para ulama.
Pertama : Karena Allah Ta’ala Menciptakan kita untuk tujuan ini.
Allah Ta’ala berfirman :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Kedua : Tidak akan masuk surga kecuali seorang yang muwahid (mentauhidkan Allah). Allah Ta’ala berfirman :
الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَاسْتَكْبَرُوْا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبْوَابُ السَّمَاۤءِ وَلَا يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ حَتّٰى يَلِجَ الْجَمَلُ فِيْ سَمِّ الْخِيَاطِۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُجْرِمِيْنَ
“Sesungguhnya (bagi) orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat durhaka.”
(QS. Al-‘Araf : 40)
Tafsiran Ayat :
Yang dimaksud dengan mendustakan ayat-ayat Allah dalam ayat ini, ialah mendustakan hal-hal yang terkait dengan ketauhidan, seperti yang berhubungan dengan adanya Allah dan keesaan-Nya, yang berhubungan dengan kenabian, hari Kiamat, hari kebangkitan dan lain-lainnya.
(Tafsir Tahlili : Kitab Jami’ ul Bayan Fi Tafsiril Qur’an/Ibnu Jarir At-Thabari, Ma’alim Tanzil/Al-Baghawi).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
من لقي الله وهو لا يشرك بالله شيئا دخل الجنة ومن لقيه يشرك به شيئا دخل النار
“Barangsiapa yang berjumpa dengan Allah dalam keadaan ia tidak menyekutukan-Nya niscaya dia pasti masuk surga. Dan barangsiapa yang berjumpa dengan Allah dalam keadaan berbuat syirik kepada-Nya niscaya dia pasti masuk neraka.” (HR. Muslim dan Ahmad).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
من شهد إن لا إله إلا الله وحده لاشريك له وأن محمدا عبده ورسوله وأن عيسى عبد الله ورسوله وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه والجنة حق والنار حق أدخله الله الجنة على ما كان من العمل
“Barangsiapa yang bersaksi tiada tuhan yang berhak disembah (dengan benar) selain Allah Dia Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, dan Isa adalah hamba dan utusan-Nya, kalimat-Nya yang Dia tiupkan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, surga adalah benar, neraka adalah benar, niscaya dia masuk surga sesuai dengan amalan yang dia miliki.” (HR. Bukhari-Muslim).
Ketiga : Sebagai sebab penghapus dosa.
Allah Ta’ala berfirman :
إن اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِاللّٰهِ فَقَدِ افْتَرٰٓى اِثْمًا عَظِيْمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar.”
(QS. An-Nisa : 48)
Keempat : Sebagai sebab ketenangan.
Allah Ta’ala berdirman :
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْٓا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمُ الْاَمْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَࣖ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), merekalah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mendapat petunjuk.”
(QS. Al-An’am : 82)
Tafsiran Ayat :
Orang-orang yang berhak mendapat perlindungan dalam ayat ini ialah orang-orang yang beragama tauhid yang murni tidak dicampuri dengan syirik sedikit pun.
(Tafsir Tahlili).
Kelima : Allah Ta’ala tidak akan menerima amalan apapun kecuali dengan tauhid.
Allah Ta’ala berfirman :
وَلَقَدْ اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَۚ لَىِٕنْ اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
“Sungguh, benar-benar telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang (para nabi) sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan gugurlah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi.”
(QS. Az-Zumar : 65)
Firman Allah Ta’ala di ayat lain :
وَقَدِمْنَآ اِلٰى مَا عَمِلُوْا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنٰهُ هَبَاۤءً مَّنْثُوْرًا
“Kami perlihatkan segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.”
(QS. Al Furqan : 23)
Allah Ta’ala berfirman :
وَلَقَدْ اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَۚ لَىِٕنْ اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
“Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan gugurlah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi.”
(QS. Az Zumar : 65)
(Bersambung..)