Baca Artikel

Nasehat Ustadz Na'im kepada guru SDIP Al Madinah

Berikut adalah ringkasan dari nasehat ustadz kami Ustadz Muhammad Na'im, Lc untuk segenap sivitas SDIP dan SMPIP Al Madinah kartasura yang di Masjid Al Umar pada hari Sabtu, 8 Februari 2025.


Seorang pengajar merupakan teladan.

Keteladanan guru lebih banyak diserap oleh anak didiknya, daripada apa yang ditalqin atau disampaikan oleh guru kepada muridnya. Guru merupakan cermin bagi orang lain.Para salaf senantiasa isti'anah dengan perbuatannya untuk mendapatkan ilmu. Untuk mendapatkan ilmu dengan mengamalkannya.

Keberkahan ilmu,

Berkahnya ilmu, ruh dan hidupnya adalah dengan adalah di amalkan. Dan merupakan contoh yang jelek tentang orang berilmu namun tidak mengamalkannya.

مَثَلُ ٱلَّذِینَ حُمِّلُوا۟ ٱلتَّوۡرَىٰةَ ثُمَّ لَمۡ یَحۡمِلُوهَا كَمَثَلِ ٱلۡحِمَارِ یَحۡمِلُ أَسۡفَارَۢاۚ بِئۡسَ مَثَلُ ٱلۡقَوۡمِ ٱلَّذِینَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔایَـٰتِ ٱللَّهِۚ وَٱللَّهُ لَا یَهۡدِی ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّـٰلِمِینَ

Surat Al Jumu'ah: 5

Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.

Adalah Khatib Al Baghdadi seorang yang sangat produktif dan seorang muhaddits yang para ulama berkata tentangnya : "Orang-orang yang datang setelah Khatib akan butuh dengan kitab-kitabnya."

قال الخطيب البغدادي :

"العلم شجرة والعمل ثمرة وليس يعد عالما من لم يكن بعلمه عاملا وقيل العلم والد والعمل مولود والعلم مع العمل والرواية مع الدراية فلا تأنس بالعمل ما دمت مستوحشا من العلم ولا تأنس بالعلم ما كنت مقصرا في العمل ولكن اجمع بينهما"

Al Khatib Al Baghdadi berkata :

Ilmu adalah pohon dan amal adalah buahnya, dan tidak ada seorang pun yang berilmu yang tidak beramal dengan ilmunya.” Dikatakan, ‘Ilmu adalah orang tua dan amal adalah anak, ilmu bersama amal, dan periwayatan bersama ilmu, maka janganlah kalian merasa cukup dengan amal selama kalian belum memiliki ilmu, dan janganlah kalian merasa cukup dengan ilmu jika kalian tidak memiliki amal, tetapi gabungkanlah keduanya.’

Perhatikan atas apa yang kalian talqin kepada murid-murid kalian dan perhatikan perbuatan kalian.

Karena mereka para murid akan senantiasa mengawasi dan mengamati perbuatan guru, apakah sesuai yang ditalqinkan atau tidak. Waspadalah atas setiap goresan yang digoreskan kepada murid oleh seorang guru, sedang kau tidak goreskan pada diri kalian, dan ketahuilah bahwa modal utama bagi murid adalah apa yang diambil dari kalian berupa akhlaq kalian.

Majlis imam Ahmad dihadiri 5000-an orang, namun yang mencatat cuma 500-an, sedangkan yang lain adalah untuk melihat akhlaq imam Ahmad.

Setiap apa yang dilakukan untuk Allah, akan kekal

Jadilah kalian kepada murid-murid kalian teladan yang baik. Baik dalam perbuatan dan ucapannya. Jangan sampai mereka mendengar dari kalian kecuali ucapan yang benar.

لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا

Artinya : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

(Al Ahzab:21)

Terkadang seorang guru akan merasa, bagaimana aku menjadi teladan padahal aku sendiri orang yang banyak kekurangan.

Maka tidakkah aku lebih takut terhadap ancaman Allah Ta'ala.

یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفۡعَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan ?

كَبُرَ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفۡعَلُونَ

(Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

Maka jawabannya adalah,

Bukan menjadi syarat menjadi seorang teladan dia tidak pernah berbuat kesalahan (ma'sum). Kekurangan yang ada pada dirimu, tidak memadharati apa yang kau nasehatkan, selama kau ikhlas. Dan berusaha memperbaiki kesalahannya. Siapakah orang yang ridha terhadap kekurangannya.

Kalaulah syarat menjadi qudwah harus ma'sum dari kesalahan, maka tidak ada yang bisa menjadi qudwah. Jika tidak menasehati orang kecuali orang yang tidak berdosa, maka siapa yang berhak menasehati setelah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Namun seorang guru harus tetap menyadari, bahwa dia memberikan obat padahal dia sendiri yang butuh dengan obat itu. Dia mengobati orang lain, padahal dia sendiri butuh diobati. Maka mulailah dari dirimu sendiri. Siapa yang mengumpulkan ilmu dan amal maka tlh terkumpul sesuatu yg sangat berharga.

Sebagai guru tetap harus belajar.

Imam Hasan Al Basri pernah mendengar seseorang berkata : "Tidak wajib menahan keburukan kecuali orang yang tidak melakukan keburukan. "kemudian beliau rahimahullahu berkata : "Ini yang diinginkan iblis, sehingga tidak ada seorangpun melarang kemungkaran dan memerintahkan yang ma'ruf."

Dan seorang Pengajar lebih berhak untuk memperbaiki dirinya